Membangun bisnis dimulai dari sebuah identitas yang kuat, namun banyak pelaku usaha terjebak pada proses pendaftaran di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Salah satu tantangan terbesarnya adalah menentukan Nama Merek Pasti Diterima tanpa melanggar aturan substansial. Banyak pemohon mengalami penolakan karena nama yang diajukan dianggap terlalu menjelaskan fungsi produk atau bersifat deskriptif. Padahal, sebuah merek seharusnya menjadi pembeda, bukan sekadar label penjelasan. Memahami kriteria penolakan sejak awal sangat krusial agar investasi Anda tidak terbuang sia-sia. Artikel ini akan mengupas tuntas strategi memilih nama yang unik namun tetap aman secara hukum.
Hindari Nama Deskriptif Agar Nama Merek Pasti Diterima
Kesalahan paling umum dalam memilih brand adalah menggunakan kata yang menggambarkan sifat atau kegunaan barang secara langsung. Untuk mendapatkan Nama Merek Pasti Diterima, Anda harus menghindari kata-kata seperti “Manis” untuk produk gula atau “Kuat” untuk alat pertukangan. DJKI menganggap kata-kata tersebut sebagai milik umum yang tidak boleh dimonopoli oleh satu pihak saja. Gunakanlah kata-kata yang bersifat imajinatif atau sugestif yang tidak memiliki hubungan langsung dengan produk Anda. Dengan menciptakan jarak antara arti kata dan fungsi barang, peluang merek Anda untuk lolos verifikasi substansial akan meningkat secara signifikan.
Gunakan Kata Buatan Untuk Nama Merek Pasti Diterima
Salah satu strategi paling cerdas dalam dunia branding adalah menciptakan kata baru yang belum pernah ada di kamus manapun. Menciptakan istilah unik merupakan cara jitu memiliki Nama Merek Pasti Diterima karena tingkat orisinalitasnya yang sangat tinggi. Kata buatan seperti “Kodak” atau “Exxon” tidak memiliki arti spesifik, sehingga sangat mudah untuk didaftarkan dan dilindungi secara hukum. Selain itu, nama yang unik memudahkan konsumen untuk mengingat produk Anda di tengah persaingan pasar yang padat. Semakin jauh kata tersebut dari bahasa sehari-hari, semakin kuat perlindungan hukum yang akan Anda dapatkan dari negara.
Baca Juga: Pentingnya Logo dalam Bisnis Anda: Lebih dari Sekedar Gambar
Lakukan Penelusuran Mandiri Agar Nama Merek Pasti Diterima
Sebelum mengirimkan permohonan, pastikan Anda telah melakukan riset mendalam melalui database resmi milik pemerintah. Langkah ini penting untuk memastikan Anda mengajukan Nama Merek Pasti Diterima dan bukan nama yang sudah terdaftar oleh orang lain. Cek kesamaan pada pokoknya, termasuk kesamaan bunyi ucapan (fonetik) dan susunan huruf yang mirip dengan merek terkenal. Seringkali, kemiripan tipis pun bisa menjadi alasan kuat bagi petugas pemeriksa untuk menolak permohonan Anda. Lakukan modifikasi jika ditemukan nama yang serupa agar proses pendaftaran berjalan lancar tanpa adanya sanggahan dari pihak ketiga.
Kesimpulan
Memilih identitas bisnis memerlukan keseimbangan antara kreativitas dan pematuhan terhadap regulasi hukum yang berlaku. Dengan mengikuti panduan tentang Nama Merek Pasti Diterima, Anda dapat meminimalisir risiko kerugian akibat penolakan pendaftaran. Ingatlah bahwa merek adalah aset tak berwujud yang nilainya akan terus tumbuh seiring dengan perkembangan bisnis Anda. Jangan terburu-buru dalam menentukan nama hanya karena tren sesaat yang mungkin melanggar aturan deskriptif. Pastikan setiap elemen nama yang Anda pilih memiliki daya pembeda yang kuat di mata hukum dan konsumen. Singkatnya, nama yang unik dan orisinal adalah fondasi utama bagi perlindungan kekayaan intelektual bisnis Anda.





